Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kemenag, Waryono Abdul Ghafur melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ar-Risalah Charity Padang, Sumatra Barat, Sabtu (27/5/2024). Ar-Risalah Charity merupakan LAZ yang bergerak di bidang dakwah, sosial, ekonomi, pendidikan, dan kemanusiaan.
Selain sebagai LAZ yang berizin operasional skala kota, Ar-Risalah juga merupakan nazir yang memiliki Badan Pengelola Wakaf yang merupakan badan otonom dari Yayasan Wakaf Ar-Risalah di Padang.
Dalam kunjungan kerjanya, Waryono mendorong LAZ Ar-Risalah untuk meningkatkan skala operasinya, dari LAZ berizin kota menjadi LAZ skala provinsi. Langkah tersebut, menurutnya, akan memperluas jangkauan dan kapasitas LAZ Ar-Risalah dalam mengelola zakat dan wakaf, serta meningkatkan dampak positifnya bagi masyarakat.
"Sumatra Barat mayoritas Muslim, namun lembaga zakat sangat minim. Dengan potensi zakat mencapai Rp4 triliun pertahun, realisasinya masih Rp169 miliar," ujarnya.
Menurut Waryono, kesenjangan antara potensi dan realisasi terjadi akibat rendahnya tingkat pemahaman masyarakat tentang zakat dan wakaf. Karenanya, Waryono mendorong LAZ Ar-Risalah untuk menjadi duta zakat dan wakaf.
"LAZ Ar-Risalah Charity telah mempraktikkan berbagai kegiatan dalam pengelolaan zakat dan wakaf. Sehingga, diharapkan juga dapat menjadi role model pengembangan zakat dan wakaf bagi lembaga lainnya," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Syuro Yayasan Ar-Risalah, Irsyad menyampaikan, gini rasio ekonomi yang rendah di beberapa wilayah di Indonesia telah menciptakan fenomena menarik dalam praktik zakat dan wakaf. Data terbaru menunjukkan bahwa kesenjangan antara kaya dan miskin semakin sempit. "Hampir merata, karena praktik zakat dan wakaf banyak dilakukan oleh masyarakat yang merantau, sehingga lebih ke arah kekeluargaan," ungkapnya.
And/Mr



