Singkawang, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama (Kemenag), Waryono Abdul Ghafur, memberi dukungannya kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitulmal Munzalan Indonesia dalam alokasi dana zakat khusus untuk memfasilitasi penguatan pendidikan dan pemberdayaan komunitas difabel. Langkah ini bertujuan mencegah penyandang difabel terpinggirkan dalam bidang pendidikan dan ekonomi.
Dukungan tersebut disampaikannya dalam acara Peresmian Pemberdayaan Lembaga Amil Zakat Baitulmal Munzalan Indonesia yang berlangsung di Masjid Kapal Munzalan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (27/10/2023).
"Saya mendukung dan mengapresiasi LAZ Baitulmal Munzalan Indonesia mengalokasikan dana khusus untuk komunitas difabel agar mereka memiliki daya. Kita harus menjadi solusi atas keterbatasan mereka dan membuka peluang," ujarnya.
Dalam acara tersebut, Waryono juga mengapresiasi LAZ Baitulmal Munzalan yang memberi fasilitas khusus bagi komunitas tuli di Singkawang untuk memperdalam pengetahuan agama, dengan melibatkan banyak anak muda.
"Saya mendukung komunitas tuli di Singkawang dalam mempelajari agama. Bahkan guru dan pengurusnya diisi anak-anak muda yang penuh semangat, ini berbeda dengan fenomena anak muda di kota besar," ungkapnya.
Waryono juga membagikan kisah suksesnya dalam memfasilitasi komunitas difabel untuk meningkatkan jenjang pendidikan hingga ke luar negeri. Ia menyatakan, dirinya telah mendukung Gerakan Belajar Agama untuk difabel, bahkan mengantarkan beberapa di antaranya untuk belajar di Spanyol dengan menyediakan alat bantu pembelajaran khusus difabel.
"Dengan alat pendukung pembelajaran ini, mereka tidak lagi memerlukan penerjemah bahasa isyarat," tuturnya.
Meskipun begitu, Waryono mengakui adanya tantangan dalam mendampingi komunitas difabel. Karenanya, ia menekankan pentingnya kerja sama antarapihak agar dana zakat dapat dimaksimalkan untuk pendidikan dan pemberdayaan komunitas difabel. "Mendampingi anak difabel adalah tugas yang berat, namun tantangan ini dapat diatasi bersama-sama oleh BAZNAS Singkawang dan LAZ Baitulmal Munzalan Indonesia dalam upaya pemberdayaan," ujar Waryono.
Terakhir, Waryono berharap pemberdayaan berbasis komunitas difabel ini akan mencapai kesuksesan sehingga dapat menjadi contoh bagi yang lain. "Semoga Baitulmal Munzalan berbasis Masjid Kapal Munzalan dapat menjadi teladan dan pembelajaran bagi LAZ lainnya dalam upaya pemberdayaan komunitas difabel," pungkasnya.
Ba/Mr



