Jakarta, Bimas Islam -- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, tengah membahas strategi pengelolaan dana zakat untuk pendidikan melalui BAZNAS Jambi. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur menyoroti pentingnya isu pendidikan sebagai bagian penting dalam membantu mustahik, sejajar dengan aspek ekonomi dan kesehatan.
Waryono mengatakan, mengatasi persoalan pendidikan merupakan tujuan bersama. Kementerian Agama, bersama BAZNAS dan LAZ, perlu menjawab tantangan ini dengan serius. Ia pun mendorong BAZNAS dan LAZ untuk bergerak bersama dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat.
"Tujuan kita semua adalah bersatu untuk menjadi kekuatan yang dapat menginspirasi masyarakat dalam mengatasi tiga tantangan sosial utama: pendidikan, ekonomi, dan kesehatan," ungkap Waryono saat berbicara dalam Rapat dan Pembinaan BAZNAS Provinsi Jambi, Senin (30/10/2023).
Waryono menegaskan, BAZNAS dan LAZ harus berkolaborasi secara efektif dalam mengelola program beasiswa. Dia berharap, ke depan, kerja sama tersebut juga dapat melibatkan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Selain itu, Waryono mengingatkan pentingnya pemetaan minat kuliah, sehingga jenis beasiswa yang tepat dapat ditentukan. "Jika minat kuliah rendah, maka kita harus mempertimbangkan beasiswa vokasi atau keterampilan sebagai alternatif," tambah Waryono.
Terakhir, Waryono mengumumkan bahwa Kementerian Agama siap memfasilitasi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan perguruan tinggi mitra demi mendukung rencana program ini secara optimal.
Fn/Mr



