Waryono mengatakan, laporan keuangan usaha yang memenuhi persyaratan bank dapat membuka akses luas pada kredit usaha. Oleh karena itu, ia mengajak perbankan untuk memberi pelatihan pelaporan keuangan pada penerima manfaat.
"Penerima manfaat harus dapat menyusun laporan keuangan agar usahanya dapat diterima oleh bank. Kita perlu memberikan pelatihan yang bekerja sama dengan perbankan," jelas Waryono dalam Silaturahim dengan Penerima Manfaat KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat di Lombok Barat, NTB, Sabtu (9/12/2023).
Waryono mengungkapkan, kerja sama bisa dibangun antara Kemenag dengan bank mitra, seperti Bank BSI dan Mandiri. Dia menekankan perlunya konsolidasi dan komunikasi antara Kanwil Kemenag dengan perbankan untuk memastikan pelatihan bagi penerima manfaat menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas.
"Kemitraan Kemenag dengan bank harus dimaksimalkan, sehingga penerima manfaat bisa mendapatkan pelatihan pelaporan keuangan yang sesuai standar," tambahnya.
Waryono menekankan, memiliki laporan keuangan yang bankable memberi banyak keuntungan. Selain meningkatkan presentasi usaha, langkah ini dianggap dapat meyakinkan investor untuk mendukung Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat.
Sementara itu, Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin menekankan pentingnya pemanfaatan stimulan dana Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat. Dia juga mengajak penerima manfaat untuk mengakses sumber dana lain, termasuk dana desa dan perbankan, demi mengoptimalkan permodalan usaha mereka.
"Dana Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat bersifat stimulan. Oleh karena itu, perlu membangun jejaring yang lebih luas untuk mengakses dan mengoptimalkan sumber permodalan seperti dana desa dan perbankan," paparnya.
Ba/Mr



