Dalam kunjungan tersebut, Waryono mendorong LAZ Solo Peduli untuk mengembangkan fasilitas kesehatan di kantong-kantong kemiskinan. Menurutnya, masalah kesehatan dapat mengganggu produktivitas masyarakat miskin, dan pengembangan layanan kesehatan di lokasi tersebut dapat mengatasi persoalan tersebut.
"Kita dorong LAZ Solo Peduli untuk mengembangkan layanan kesehatan di kantong-kantong kemiskinan, untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas masyarakat miskin agar mereka tetap sehat dan memiliki akses kesehatan," ujarnya.
Waryono menyampaikan, masyarakat miskin memiliki keterbatasan dalam mendapat akses kesehatan. Menurutnya, dana zakat dapat menjadi solusi. "Kita perlu fasilitasi orang miskin untuk mengakses kesehatan. Sementara hari ini, sehat itu harganya mahal. Bagi yang memiliki BPJS, dana zakat bisa memberi pelayanan bagi mustahik," tambahnya.
Meskipun LAZ Solo Peduli sudah memiliki klinik, Waryono mendorong kerja sama dengan stakeholder kesehatan seperti kampus dan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kualitasnya. Ia berharap klinik ini dapat berkembang menjadi rumah sakit kelas C melalui kerja sama yang lebih luas.
"Klinik ini baru kelas Pratama, ke depan diharapkan dapat meningkatkan kualitasnya, setidaknya menjadi Rumah Sakit kelas C. Langkahnya dengan memperbanyak kerja sama dengan stakeholder kesehatan," jelasnya.
Direktur Fundraising LAZ Solo Peduli, Suparno, menyampaikan bahwa Klinik Solo Peduli melayani rata-rata 150 orang per hari, termasuk masyarakat umum dan mahasiswa.
"Rata-rata pasien kita per hari itu 150 orang. Karena fasilitasnya dekat dengan kampus UNS dan ISI, maka pasiennya banyak juga dari kalangan mahasiswa," ungkapnya.
Suparno menambahkan bahwa Klinik Solo Peduli sudah memiliki beragam fasilitas kesehatan seperti Fasilitas Kesehatan Umum, Gigi, kandungan, bahkan rawat inap.
"Kita memiliki dokter umum, gigi, dan lainnya. Di klinik ini juga sudah tersedia fasilitas rawat inap," jelasnya.
Sebagai informasi, di klinik tiga lantai ini, tertulis nama-nama pewakaf di setiap ruangnya sebagai penanda bahwa fasilitas kesehatan ini didukung oleh dana wakaf. Gedung Klinik Rawat Inap Solopeduli beralamat di Jalan Petir RT 01/RW 14 Gendingan, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



