Jakarta, Bimas Islam – Kementerian Agama (Kemenag) mendorong Penyuluh Agama Islam untuk menjadi agen seni budaya Islam yang mampu menyebarkan nilai-nilai keislaman moderat. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin dalam kegiatan Penyuluh sebagai Agen Seni Budaya Islam di Jakarta, Selasa (28/5/2024).
Kamaruddin mengungkapkan, Penyuluh Agama Islam harus menjadi aktor yang kreatif dalam memadukan norma atau nilai agama dengan budaya, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat lebih mudah diterima dan dipahami masyarakat. Ia mendorong penyuluh menjadi jembatan antara agama dan budaya serta membantu mengaktualisasikan nilai-nilai Islam di masyarakat.
"Penyuluh Agama Islam sebagai agen seni budaya Islam sejatinya harus paham, tahu, dan bisa memberi pencerahan keagamaan yang moderat melalui medium seni budaya. Tentu tidak mudah, tapi kita berharap pesan-pesan keagamaan yang moderat bisa disampaikan melalui seni budaya Islam,” jelasnya.
Kamaruddin mengungkapkan, agama merupakan seperangkat nilai yang membutuhkan instrumen dan medium yang diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Dikatakannya, kebudayaan memengaruhi cara beragama.
"Islam di Indonesia itu tidak identik, tidak persis sama dengan Islam di Timur Tengah, Eropa, Amerika, dan belahan dunia Islam mana pun, karena budayanya juga berbeda-beda sehingga agama yang mengambil wadah budaya akan melahirkan kekhasannya sendiri," ujarnya.
Untuk itu, sebagai agen seni budaya Islam, Kamaruddin berharap penyuluh mampu mengetahui sumber otoritas agama sekaligus memahami seni budaya itu sendiri.
"Kita dituntut arif dan bijaksana untuk menerjemahkan keagamaan. Selalu ada refleksi dan pemahaman dari sumber otoritas agama yang tercermin dalam wadah budaya," ungkapnya.
Ba/Mr



