Balikpapan, Bimas Islam – Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kemenag, Waryono Abdul Ghofur mendorong percepatan Gerakan Wakaf Uang di Kalimantan Timur (Kaltim). Hal itu diungkapkannya dalam Talkshow bertajuk “Wakaf Lifestyle melalui Satu Wakaf Indonesia” di Plaza Balikpapan, Sabtu (8/6/2024).
“Penguatan edukasi dan sosialisasi tentang wakaf, melalui program-program pemerintah maupun inisiatif masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi rendahnya literasi wakaf. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang wakaf, masyarakat bisa lebih terbuka dan aktif dalam berwakaf, sehingga dapat mempercepat gerakan wakaf uang dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Kalimantan Timur,” ungkap Waryono.
Waryono menyoroti rendahnya literasi wakaf di masyarakat menyebabkan kurangnya pemahaman mengenai potensi dan manfaat wakaf uang serta menjadi hambatan dalam percepatan Gerakan Wakaf Uang di Kaltim. Selain itu, di wilayah Kaltim hanya terdapat satu nazir.
“Literasi wakaf yang rendah membuat masyarakat kurang memahami potensi dan manfaat wakaf uang, serta peranan nazir yang hanya ada satu di wilayah Kaltim. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa sekitar 84% hanya menjadikan profesi nazir sebagai pekerja sampingan,” katanya.
Untuk itu, Waryono menekankan pentingnya membangun ekosistem wakaf yang produktif di Kaltim dengan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan literasi wakaf di masyarakat.
“Kami ingin memudahkan masyarakat untuk berwakaf melalui program-program wakaf nazir di seluruh wilayah Kaltim, termasuk di Kota Balikpapan, Kabupaten PPU, Kabupaten Paser, serta wilayah strategis lainnya,” pungkasnya.
Talkshow bertajuk “Wakaf Lifestyle melalui Satu Wakaf Indonesia” yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Kaltim itu diikuti 50 peserta dari masyarakat, nazir, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, dan PPAIW.
Iqbal/Wcp



