Meskipun bukan yang pertama kali, Waryono berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk melibatkan masyarakat dalam kegiatan wakaf yang lebih produktif. "Cita-cita idealitas wakaf perlu diwujudkan, tidak hanya menjadi wacana belaka. Kita harus menguatkan potensi wakaf melalui langkah strategis, bukan hanya sebatas wacana," ungkap Waryono dalam acara yang digelar di Aula Jayakarta Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Senin (20/11/2023).
Waryono juga menyoroti kekurangan dalam manajemen wakaf yang produktif, khususnya terkait dalam penunjukan nazir yang masih ditunjuk secara tradisional.Dia menekankan, untuk mencapai maqashid wakaf, manajemen wakaf harus dikelola secara modern. "Umumnya, tokoh agama yang berusia di atas 60 tahun dipercayai sebagai nazir. Padahal, untuk mencapai maqashid wakaf, manajemen wakaf harus dikelola secara modern," ungkapnya.
Menurutnya, pengelola harus menguatkan potensi wakaf melalui langkah strategis, bukan hanya sebatas wacana. "Apakah kita hanya berhenti pada potensi dan melakukan otokritik untuk kemajuan kita (muhasabah)," ujar Waryono.
Waryono memberi contoh keberhasilan Singapura dalam mengelola wakaf secara efisien dan modern, serta memberi dampak positif bagi masyarakat. "Indonesia dapat belajar dari pengalaman positif Singapura dan menerapkan langkah-langkah strategis yang sesuai dengan konteks lokal," paparnya.
Dengan hadirnya gerakan Pojok Wakaf Uang Calon Pengantin KUA, diharapkan masyarakat semakin terlibat aktif dalam kegiatan wakaf, sehingga memberi manfaat maksimal bagi keberlanjutan serta pengembangan masyarakat. "Kita harus bergerak lebih dari sekadar potensi, melibatkan masyarakat secara nyata," tandas Waryono.
Andayani/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



