Hal itu disampaikannya saat membuka acara Pelatihan Kewirausahaan Program Santripreneur POROZ-BAZNAS di Auditorium Lt. 2 Perpusnas RI l, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2024).
"Saya mengapresiasi BAZNAS dan POROZ untuk melakukan pelatihan perencanaan usaha dan bisnis bagi 222 santri dari 19 provisi," ujarnya.
Menurut Waryono, Santripreneur perlu diimbangi dengan pemetaan agar tidak tumpang tindih dalam pelaksanaan program. Pemerintah, lanjutnya, juga tengah mendorong BAZNAS dan LAZ untuk mengalokasikan dana zakat infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) untuk membangun ekosistem pengusaha baru di pesantren.
"Kita mendukung Santripreneur dengan mengalokasikan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf di pesantren, sehingga lahir pengusaha-pengusaha santri" jelasnya.
Ia menjelaskan, Kemandirian Pesantren juga tengah digalakkan pemerintah saat ini. Alokasi bantuan datang dari berbagai pihak seperti Bank Indonesia, Kemanparekraf, Kemenkop UMKM untuk mendukung lahirnya pengusaha dari kalangan santri.
"Program Santripreneur akan melahirkan pengusaha muda alumni pesantren untuk mengurangi stigma negatif bahwa santri ketika keluar pondok mau jadi apa," ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Bidang Koordinasi Nasional, Achmad Sudrajat mengungkapkan, program Santripreneur melibatkan BAZNAS dan POROZ dari LAZ Ormas seperti Lazismu dan Lazisnu.
Program Santripreneur merupakan pelatihan bisnis dan usaha bagi santri. Program ini melibatkan BAZNAS dan POROZ seperti Lazismu, Lazisnu, LAZ Persis, BMH, LAZ Dewan Dakwah, WIZ dan LAZ Wahdah, dan LAZ Al- Irsyad.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



