Jakarta, Bimas Islam -- Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama menggelar Penguatan Pokja Kampung Moderasi Beragama (KMB) Lintas Kementerian dan Lembaga di Gereja Toraja Jemaat Keramat, Jakarta, Senin (25/3/2024).
Acara tersebut digelar untuk memperkuat kehidupan masyarakat yang harmoni dalam keragaman dan memperkokoh sikap beragama moderat berbasis desa atau kampung.
Dalam kesempatan itu, Kasubdit Penyuluh Agama Islam, Amirullah menegaskan pentingnya pengembangan SDM Pokja KMB untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Tidak ada alasan bagi kita untuk membenci orang yang berbeda agama, sebab perbedaan adalah
sunatullah yang tidak bisa kita tolak. Karenanya, Moderasi Beragama sangat menjunjung tinggi kemanusiaan,” tegasnya.
Menurut Amirullah, nilai-nilai Moderasi Beragama menjadi pilihan utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan ketahanan nasional. Ia menolak segala bentuk upaya yang bertujuan untuk memecah-belah umat beragama.
“Untuk itu, KMB dibentuk untuk mempermudah pemerintah dan masyarakat bersinergi dalam upaya mendeteksi potensi konflik di tengah kehidupan umat beragama,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Walikota Kota Jakarta Utara, Syafruddin menyambut baik inisiatif Kemenag dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Upaya Kemenag yang terus mendorong dan memberi pemahaman terkait pentingnya toleransi dalam kehidupan berbangsa adalah untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia,” ungkapnya.
Ia memberi dukungan penuh kepada Kemenag untuk memperkuat SDM dalam bidang keagamaan serta mengapresiasi kerja sama lintas agama dalam acara tersebut.
“Kegiatan ini memberi manfaat yang besar bagi kita dan menginspirasi kami untuk ikut terlibat penuh dalam menjaga kerukunan umat beragama,” tandasnya.
Turut hadir dalam acara Penguatan Pokja KMB yaitu Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama periode 2014-2019), Pendeta Yulia, perwakilan Kemenag Kota Jakarta Utara, Pengurus Jemaat Keramat Gereja Toraja, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI Kota Jakarta Utara, PCNU Kota Jakarta Utara, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Wcp/Mr



