Waryono menggarisbawahi pentingnya koordinasi sebelum memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di Demak dan Grobogan. Ia menekankan perlunya pemetaan lokasi terdampak dan penentuan jenis bantuan yang diperlukan sebelum turun ke lapangan.
Menurut Waryono, pemetaan tersebut harus mencakup pembagian tugas antara pusat dan daerah. "Penyelenggara baik di pusat maupun daerah harus hadir di lokasi agar koordinasi berjalan lancar," ujarnya.
Selain itu, Waryono juga menyoroti pentingnya merumuskan jenis bantuan yang dibutuhkan, mulai dari kebutuhan dasar hingga rencana pemulihan. "Bentuk-bentuk bantuan dan kebutuhan harus dipetakan, termasuk hiburan bersama relawan dan masyarakat, serta rencana pemulihan," jelasnya.
Menurut Waryono bantuan yang dibutuhkan di antaranya penyediaan evakuasi dengan persiapan relawan, penyediaan perahu, mobil rescue dan ambulans, kolaborasi persiapan dapur umum, makanan siap saji, pembagian sembako, alat mandi, pakai dewasa dan anak, selimut, obat-obatan, layanan terapi trauma healing, dan layanan psychological firstAids, serta logistik lainnya.
Dalam rapat tersebut, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Zain Yusuf, menyampaikan, pihaknya juga telah melakukan persiapan dalam memberi bantuan. "BAZNAS Jawa Tengah memberi 400 kg beras untuk dapur umum, sementara BAZNAS RI memberikan bantuan sembako," ungkapnya.
Tidak hanya itu, BAZNAS juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencatat kebutuhan saat ini dan pasca bencana. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan yang tepat dan efektif bagi masyarakat terdampak.
Ba/Mr



