Jakarta, Bimas Islam -- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama menggelar pertemuan dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas percepatan program wakaf.
Dalam kesempatan itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono menyampaikan, percepatan program wakaf sangat penting dilakukan agar dana-dana dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas.
“Pertemuan ini mendiskusikan terkait percepatan program zakat dan wakaf agar jangkauan manfaatnya lebih luas ke masyarakat,” ungkapnya, Senin (28/8/2023).
Menurut Waryono, pengelolaan dana wakaf mesti melibatkan berbagai stakeholder agar maksimal, termasuk perguruan tinggi.
“Ada beberapa perguruan tinggi yang telah berwakaf uang seperti ITS dan ITB. Kita juga akan melibatkan para rektor dan menyosialisasikan terkait Cash Waqaf Linked Sukuk Ritel (CWLS Ritel),” ucapnya.
Selain perguruan tinggi, imbuhnya, juga akan diperkuat secara internal mulai dari KUA hingga Penyuluh Agama Islam (PAI).
“Kalau di KUA ada namanya wakaf uang calon pengantin,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua BWI, Mohammad Nuh menyampaikan, wakaf uang bagi ASN perlu digerakkan. “Gerakan wakaf uang bagi ASN Kemenag mesti dilanjutkan seperti yang dilakukan di ITS dan ITB yang telah mengelola uang wakaf dengan jumlah yang banyak,” tandasnya.
Di akhir, upaya untuk percepatan program wakaf diperkuat dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama antara Ditzawa Kemenag bersama BWI yang membahas tentang Penambahan Bantuan Operasional Badan Wakaf Indonesia Tahun Anggaran 2023.
Terlihat hadir juga seluruh Kasubdit dibawah Direktorat Pemberdayaan Zakat Wakaf beserta jajaran staffnya.
Ba/Wcp



