Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin berharap program Calon Imam Masjid Luar Negeri tidak hanya untuk pengiriman ke Uni Emirat Arab tapi seluruh Negara Timur Tengah lainnya.
“Ini sebagai langkah Ditjen Bimas Islam dalam mengupayakan peningkatan hubungan dan Kerja sama Luar Negeri pada Bidang Agama,” katanya saat memberikan sambutan acara Seleksi Calon Imam Masjid Angkatan II di Grand Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/12).
Dirjen mengatakan program ini merupakan pelaksanaan kerja sama kedua Negara untuk lebih memperluas dan memperkuat hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab.
“Selain menjadi Imam Masjid, peserta terpilih akan diproyeksikan sebagai Duta Bangsa Indonesia dan pahlawan devisa Negara karena akan bekerja sebagai Imam Masjid di Uni Emirat Arab,” ujarnya.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu menjelaskan calon imam yang lolos seleksi I dan II akan diseleksi kembali pada Februari 2021 oleh Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab.
“Dua lembaga tersebut memiliki kewenangan penuh untuk menyeleksi berapa Calon Imam Masjid terbaik untuk memenuhi permintaan Pemerintah Uni Emirat Arab sesuai kriteria yang dipersyaratkan,” tuturnya.
Seleksi Calon Imam Luar Negeri Angkatan I telah dilaksanakan pada 8-10 November 2020. Seleksi yang diikuti 90 peserta itu berhasil memilih 40 orang peserta terbaik. Sementara Seleksi Tahap II yang dilaksanakan pada 2-4 November 2020 diikuti 103 peserta. Dari jumlah itu panitia akan menyeleksi hingga didapat 60 peserta terbaik.
(Humas Bimas Islam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



