Ambon, Bimas Islam -- Kampung Moderasi Beragama diharapkan mampu mengatasi sejumlah konflik keagamaan di Kota Ambon. Hal tersebut disampaikan Kasubdit Penyuluh Agama Islam, Kemenag, Amirullah saat memberi arahan dalam acara Pengembangan SDM Pokja KMB Lintas Kementerian dan Lembaga di Kampung Wayame, Ambon, Kamis (16/5/2024).
Pria yang akrab disapa Amir itu mengungkapkan, Kampung Moderasi Beragama adalah usaha bersama untuk meminimalisasi segala bentuk konflik yang memecahkan belah masyarakat Indonesia. Ia berharap, melalui Kampung Moderasi Beragama, konflik keagamaan yang pernah terjadi di Kota Ambon tidak terulang.
Amir melanjutkan, konflik berdimensi agama memiliki indikasi adanya paham keagamaan ekstrem yang menyebarkan dalil untuk memusuhi, mengkafirkan, dan menyalahkan agama lain. Apabila tidak tertangani, maka kelompok ideologi Pancasila bisa terancam.
"Kampung Moderasi Beragama adalah upaya kita bersama kita menolak segala bentuk pecah belah yang menyebabkan konflik. Bentuk keagamaan ekstrem yang menyebarkan dalil agama sehingga mudah untuk mengkafir-kafirkan orang lain, menyalahkan kelompok lain. Ini adalah cara beragama yang ekstrem yang dampak selanjutnya bisa mengganti ideologi Pancasila," ujar Amir.
Amir mengungkapkan, Kampung Moderasi Beragama menjadi gerakan bersama menjaga ketahanan nasional melalui kolaborasi. Ia berpesan kepada seluruh penyuluh agama di Ambon untuk menjaga sikap moderat dan setia kepada ideologi Indonesia, yakni Pancasila dan UUD 1945.
"Kita mau Kampung Moderasi Beragama ini menjadi sebuah gerakan bersama dalam mencapai ketahanan nasional. Saya juga ingin mengingatkan kepada penyuluh Agama untuk selalu moderat, semuanya harus tegakkan NKRI, setia kepada Pancasila dan UUD 1945," tegas Amir.
Fn/Mr



