Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kemenag, Adib mengatakan, Perpustakaan Islam Award bertujuan untuk menumbuhkembangkan semangat literasi keagamaan Islam yang moderat yang melibatkan penulis, penerbit, dan penggiat literasi. Gelaran tersebut merupakan ajang apresiasi bagi penulis, penggiat, dan penerbit yang berkontribusi bagi literasi keagamaan Islam yang moderat.
Hal tersebut disampaikan Adib dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Bidang Kepustakaan Islam VI tentang 'Penyusunan Juknis Kepustakaan Islam Award' di Jakarta, Selasa sore (23/7/2024).
"Ajang Kepustakaan Islam Award menjadi penyemangat bagi lahirnya ekosistem literasi keagamaan yang moderat. Pemerintah harus hadir dengan memberi apresiasi seperti Kepustakaan Islam Award bagi mereka yang berperan signifikan. Ini sangat bagus dan hal baru bagi kita," ujarnya.
Tidak hanya itu, imbuh Adib, selain menumbuhkan literasi keagamaan Islam yang moderat, Kepustakaan Islam Award diharapkan dapat memantik lahirnya literasi keagamaan Islam yang lebih bermutu.
Adib juga mengkhawatirkan fenomena literasi keagamaan Islam tidak wasathiyah banyak tumbuh di masyarakat. Baginya, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri.
"Saat ini, yang semangat menulis buku atau mengeluarkan gagasan adalah mereka yang memiliki spirit keagamaan kadang-kadang jauh dari nilai-nilai wasathiyah, begitu juga yang bersemangat mencari literaturnya. Akhirnya, kita menghadapi tantangan dalam mengembangkan paham keagamaan yang moderat," ujarnya.
Untuk itu, Adib menekankan pentingnya memasukan cara padang dan sikap beragama yang wasathiyah terebut dalam kriteria penilaian Kepustakaan Islam Award, baik untuk kategori penulis maupun penerbit.
Adib juga mendorong perpustakaan masjid agar tidak hanya memberi layanan literasi keagamaan konvensi dalam bentuk buku cetak, tapi juga dalam bentuk digital.
"Kita juga mendorong perpustakaan masjid di Indonesia tidak hanya berbasis perpustakaan konvensional, tapi digital. Buku keagamaan digital juga bisa tumbuh di sana," harapnya.
Terpisah, Kasubdit Kepustakaan Islam, Kemenag, Nur Rahmawati mengatakan Juknis yang disusun melibatkan pihak, seperti Kompas Gramedia, Perpustakaan Nasional, BRIN, Perpustakaan Masjid Istiqlal Jakarta, dan Tim Standar Mutu Buku Umum Keagamaan Islam.
Nur menjelaskan, untuk sementara, Juknis Kepustakaan Islam Award baru memasukkan kategori Penulis Buku, Penerbit Buku, Kepustakaan Masjid, dan Penggiat Literasi. "Kategori yang ada ini bisa berubah. Bisa terjadi penambahan atau pengurangan," tandasnya.
Ba/Mr



