Dalam kesempatan itu, Dirjen mengungkapkan, MDK diharapkan dapat terlibat dalam pembangunan nasional. Menurutnya, diskusi terkait pembangunan yang menghasilkan solusi bagi kemajuan bangsa sangat diperlukan.
“MDK mesti terlibat aktif dalam menyuarakan isu pembangunan nasional melalui bahasa agama,” ungkapnya.
Menurut Dirjen, salah satu isu pembangunan yang mesti menjadi perhatian adalah persoalan lingkungan. Agama, imbuhnya, diharapkan bisa memberi pandangan serta nasihat yang mengarah pada solusi konkret untuk memecahkan persoalan tersebut melalui peran MDK.
“Agama harus bicara lingkungan. Karenanya, MDK mesti mampu merespons isu-isu tersebut,” tegasnya.
Selain itu, menurutnya, peran agama dalam konteks pembangunan nasional bukan hanya sekadar penyampai pesan moral, tetapi juga sebagai penunjuk arah dan penyeimbang dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Karenanya, upaya dakwah ke depan juga mesti diperluas dan disesuaikan agar dapat menjangkau Gen Z. Penggunaan media sosial sebagai instrumen dakwah menjadi kunci dalam mentransfer pesan-pesan agama yang relevan dengan kebutuhan mereka,” tandas Dirjen.
Turut hadir dalam pengukuhan tersebut, Asisten Plt Gubernur Riau, Plt Kakanwil Riau, Ketua MUI, Kapolda Riau, dan tamu undangan lainnya.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



