"Dai harus beradaptasi, tidak lagi cukup memadai tampil konvensional di ruang tradisional. Kita harus menggapai anak muda melalui media sosial, aktif dan produktif memilih ruang media sosial,” ujar Kamaruddin.
Menurutnya, pola ceramah tradisional kurang efektif di daerah perkotaan dan di kalangan generasi Z. Kamaruddin mengungkapkan, anak muda mudah mengakses informasi keagamaan melalui media sosial, dan para dai perlu menyesuaikan diri dengan tren tersebut.
Lebih lanjut Kamaruddin menyebut, para dai harus memiliki visi yang sama untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Indonesia.
“Mari kita tingkatkan kualitas keagamaan umat dengan konten-konten yang menarik, membahagiakan, dan berkualitas. Pesan dakwah harus menyejukkan dan menentramkan,” tandasnya.
Acara pengukuhan MDK ini dihadiri Kepala Kesbangpol Sulteng, perwakilan Polda Sulteng, anggota Badan Kesejahteraan Masjid, perwakilan Ormas Islam Sulteng, serta para Kepala Kantor dan Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten dan Kota se-Sulteng.
Ba/Mr



