"Dai harus beradaptasi, tidak lagi cukup memadai tampil konvensional di ruang tradisional. Kita harus menggapai anak muda melalui media sosial, aktif dan produktif memilih ruang media sosial,” ujar Kamaruddin.
Menurutnya, pola ceramah tradisional kurang efektif di daerah perkotaan dan di kalangan generasi Z. Kamaruddin mengungkapkan, anak muda mudah mengakses informasi keagamaan melalui media sosial, dan para dai perlu menyesuaikan diri dengan tren tersebut.
Lebih lanjut Kamaruddin menyebut, para dai harus memiliki visi yang sama untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Indonesia.
“Mari kita tingkatkan kualitas keagamaan umat dengan konten-konten yang menarik, membahagiakan, dan berkualitas. Pesan dakwah harus menyejukkan dan menentramkan,” tandasnya.
Acara pengukuhan MDK ini dihadiri Kepala Kesbangpol Sulteng, perwakilan Polda Sulteng, anggota Badan Kesejahteraan Masjid, perwakilan Ormas Islam Sulteng, serta para Kepala Kantor dan Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten dan Kota se-Sulteng.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



