Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) memberi pelatihan pengukuran arah kiblat kepada 50 KUA Revitalisasi, Rabu (5/6/2024) di Jakarta. Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi mengatakan, pelatihan itu sangat penting untuk memastikan bahwa KUA dapat memberi pelayanan kalibrasi kiblat. Untuk mendukung program tersebut, menurutnya, KUA harus mampu menyediakan SDM yang ahli dalam pengukuran arah kiblat.
"Kami berkomitmen untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan memastikan SDM di KUA Revitalisasi dapat mengukur arah kiblat," ujar Ismail.
Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan untuk mengatasi berbagai kendala yang sering dihadapi dalam penentuan arah kiblat, seperti gangguan medan magnet dan bangunan yang menghalangi. Peserta juga dilatih untuk melakukan pengukuran secara mandiri di lapangan, sehingga bisa memberi layanan kalibrasi arah kiblat langsung di lokasi.
Para peserta dari KUA diberikan materi teoritis dan praktis, termasuk cara menggunakan alat-alat pengukur seperti teodolit dan azimut matahari. Tidak hanya pelatihan teknis, program ini juga melibatkan sesi diskusi dan tanya jawab yang intensif, sehingga para peserta dapat berbagi pengalaman dan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan.
Ismail berharap, pelatihan pengukuran arah kiblat dapat memperkaya wawasan dan meningkatkan keterampilan praktis para petugas KUA Revitalisasi. KUA Revitalisasi, lanjutnya, juga diharapkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal keagamaan seperti penentuan arah kiblat.
"Dari pelatihan ini, KUA Revitalisasi diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan kalibrasi arah kiblat. Nantinya, masyarakat dapat langsung ke KUA Revitalisasi untuk melakukan kalibrasi," ucap Ismail.
Salah satu peserta pelatihan, Zainal Abidin dari KUA Lhoksukon Aceh Utara, mengungkapkan kegembiraannya atas pelatihan tersebut. "Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami di KUA, karena sekarang kami bisa memberi layanan yang lebih baik kepada masyarakat," ungkapnya.
Fn/Mr



