Peluncuran GKMNU Lampung ini dihadiri Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Amin Said Husni, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Lampung, Puji Raharjo, serta seluruh Kabid, Kasi Kemenag se-Provinsi Lampung, dan Kepala MAN, MTsN, dan MI se-Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Kamaruddin Amin mengatakan, keluarga memiliki peran vital dalam membangun perbaikan yang lebih besar. Perbaikan di level keluarga yang masif secara simultan, diyakini dapat berdampak pada perbaikan peradaban masyarakat, dan peradaban yang lebih luas.
"Permulaan untuk membangun peradaban manusia dimulai dari keluarga. Jadi membangun keluarga itu sama saja dengan membangun peradaban dan ini gagasan awal dari Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama," ujar Kamaruddin Amin.
Menurutnya, peradaban yang baik tidak bisa dibangun tanpa peran keluarga. "Karenanya, tidak keliru jika gerakan keluarga maslahat ini mengorientasikan berbagai aktivitasnya pada elemen terkecil masyarakat, yaitu keluarga," tambah Kamaruddin.
Ketua PWNU Lampung, Puji Raharjo, mengatakan, GKMNU merupakan gerakan pengabdian Nahdlatul Ulama untuk masyarakat lapis paling bawah di tingkat ranting atau desa. Keluarga maslahah harus hadir di masyarakat paling bawah dan bisa dirasakan langsung manfaatnya di semua lapisan.
Msk/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



