Zainal mengungkapkan, kehadiran program tersebut sangat strategis dalam membangun ketahanan keluarga di Indonesia. Ia berharap program ini menjadi inspirasi bagi KUA di seluruh Indonesia. "Kehadiran program ini sangat tepat dan strategis dalam ikhtiar kita membangun ketahanan keluarga di Indonesia. Apalagi, program ini didukung oleh Pemerintah Daerah, BAZNAS, dan Perbankan Syariah," ujarnya.
Program ini diharapkan dapat berperan dalam mengurangi tingginya angka perceraian di Indonesia, yang salah satu penyebab utamanya adalah persoalan ekonomi. "Angka perceraian mencapai 24.8%, dan faktor ekonomi menjadi penyebab kedua tertinggi setelah pertengkaran dalam rumah tangga," papar Zainal.
Menurutnya, keberlanjutan program tersebut membutuhkan kolaborasi dari semua pihak, khususnya Pemerintah Daerah untuk memperkuat keluarga dan mengurangi angka perceraian. Program KUA Revitalisasi Model Pemberdayaan Ekonomi dianggap sebagai wujud nyata dari upaya Kemenag dalam membangun ketahanan keluarga Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Wilayah, DI Yogyakarta, Masmim Afif, menjelaskan, program KUA Revitalisasi Plus Model Pemberdayaan Ekonomi Umat di KUA Gedongtengen mencakup lima program. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan kelembagaan lembaga layanan keagamaan.
Program-program tersebut antara lain Birama, Praga, Masmigandi, Kokagama, dan Pelangi Berkah Kampung Sosrowijayan. Setiap program memiliki tujuan spesifik, seperti memberi bimbingan wirausaha kepada keluarga muda, memperkuat ekonomi keluarga, menggerakkan masjid sebagai mitra keluarga mandiri, mendirikan koperasi keluarga mandiri, dan menciptakan kampung yang bertakwa, sakinah, dan berkah.
Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Provinsi DIY, PJ Walikota DIY, serta perwakilan dari BSI Cabang Kolonel Sugiono, BPD Syariah Yogyakarta, BAZNAS, dan 14 Kepala KUA se-Kota Yogyakarta.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



