Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag), Bank Indonesia (BI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) tengah mempersiapkan World Zakat and Waqf Forum (WZWF) The 13th International Conference & Annual Meeting yang akan digelar di Jakarta pada 31 Oktober dan 1 November 2024 mendatang. WZWF merupakan sebuah forum kolaborasi internasional yang mempertemukan para pegiat zakat dan wakaf untuk kesejahteraan masyarakat dunia.
Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Kemenag, Muhibuddin mengatakan, WZWF merupakan bagian dari agenda Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di bawah inisiatif Bank Indonesia bekerja sama dengan seluruh pemegang kepentingan yang terkait dengan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
"WZWF yang akan digelar di Indonesia pada akhir Oktober dan awal November 2024 ini merupakan kolaborasi dengan event Indonesia Sharia Economic Festival. Pada 2023, forum ini digelar di Kedah, Malaysia" ungkapnya di Jakarta, Jumat (21/6/2024).
Muhibuddin menjelaskan, World Zakat and Waqf Forum semula bernama World Zakat Forum saja, namun pada tahun 2022 disempurnakan dengan penambahan kata "Waqf".
Muhibuddin yang juga menjabat Executive Secretary pada kegiatan World Zakat and Waqf Forum ke 13 tersebut menjelaskan, kegiatan ini menjadi ajang promosi dalam meningkatkan level zakat dan wakaf yang berkontribusi pada pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dunia.
"WZWF menjadi event promosi bahwa ekosistem ekonomi syariah di Indonesia, di mana zakat wakaf menjadi bagian dari ekosistem ekonomi tersebut, mempunyai dampak untuk meningkat level pertumbuhan ekonomi. Zakat wakaf berperan menjadi parameter kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan," ujarnya.
Muhibuddin mengungkapkan, WZWF The 13th International Conference & Annual Meeting meliputi empat kegiatan. Pertama, High Level Meeting (ASEAN Zakat & Waqf Leaders Forum, ASEAN Islamic University Leaders Forum). Kedua, WZWF Annual Meeting (anggota WZWF). Ketiga, Plenary Session. Keempat, Gala Dinner.
Lebih lanjut Muhibuddin menjelaskan, target yang diharapkan dari WZWF tersebut adalah terjadinya tukar-menukar pengalaman dan praktik zakat dan wakaf bagi negara anggota.
"Dalam forum ini terjadi country sharing experience mengenai best practices pengelolaan dana zakat dan menyepakati resolusi kesepakatan pengembangan zakat dan wakaf di negara anggota WZWF," jelasnya.
Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan BAZNAS, Zainulbahar Noor menjelaskan, WZWF tersebut akan membahas besaran kontribusi dana zakat dan wakaf di masing-masing negara anggota. Langkah ini menunjukkan pemanfaatan dana zakat wakaf tidak hanya diperuntukkan di masing-masing negara, tapi juga dapat digunakan untuk mengentaskan kemiskinan di negara lainnya.
"Kita berharap, forum ini bisa menjelaskan kontribusi dana zakat wakaf pada masing-masing negara, mengingat dari 45 anggota ada beberapa negara yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi," jelasnya.
Deputi Direktur Departemen dan Keuangan Syariah BI, Yono Haryono berharap, WZWF The 13th International Conference & Annual Meeting menjadi sarana pertunjukan bahwa ekonomi syariah sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, Indonesia bisa menjadi model dalam pengembangan ekonomi syariah.
"Forum ini dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki positioning yang penting dalam konteks Islamic Social Finance dunia," jelasnya.
Sebelumnya, Kemenag, Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS BI), BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengelar rapat persiapan World Zakat and Waqf Forum, di Kantor Kementerian Agama Jl MH Thamrin No 6 Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2024).
Ba/Mr



