Jakarta, Bimas Islam-- Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia, dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menggelar Anugerah Syiar Ramadan 2024. Direktur Penerangan Agama Islam, Kemenag, Ahmad Zayadi mengungkapkan, acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan program siaran yang sehat dan berkualitas, sekaligus memperkuat pemahaman dan praktik keagamaan yang moderat.
"Acara ini kita gelar sebagai langkah meningkatkan kesadaran lembaga penyiaran dalam menyuguhkan program dan siaran yang tidak hanya sehat, tapi juga berkualitas. Kita menginginkan siaran yang mampu memperkuat pemahaman dan praktik keagamaan yang moderat, tentu dengan wawasan kebangsaan yang kuat," ujar Zayadi dalam Konferensi Pers Anugerah Syiar Ramadan 2024 di Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Zayadi mengatakan, tema yang diangkat dalam acara Anugerah Syiar Ramadan tahun ini adalah 'Merajut Persatuan melalui Siaran Ramadan yang Menyejukkan'. "Tema ini bukan hanya sesuai, tetapi benar-benar merepresentasikan kebutuhan bangsa yang baru saja menuntaskan Pemilu tahun 2024," ucap Zayadi.
Sementara itu, anggota KPI Pusat, Aliyah melaporkan, tahun ini, Anugerah Syiar Ramadan 2024 memiliki 21 kategori. Tahun ini, ajang tersebut memiliki kategori spesial dari Kemenag, yaitu kategori Dai 3T (tertinggal, terdepan, terluar) Inspiratif.
21 Kategori tersebut, yaitu:
Kategori Siaran Televisi
1) Kategori Dakwah Non Talkshow (Ceramah)
2) Kategori Dakwah Non Talkshow (Kultum)
Kategori Dakwah Talkshow (Dialog)
4) Kategori Wisata Budaya
5) Kategori Animasi Indonesia
6) Kategori Animasi Asing
7) Kategori Sinetron
8) Kategori Ajang Bakat
9) Kategori Film/FTV Religi
10) Kategori Feature
11) Kategori Dokumenter
12) Kategori Liputan Ramadan
13) Kategori Variety/Reality Show
14) Kategori Iklan Layanan Masyarakat Ramadan
Siaran Radio
1) Dakwah Radio (Kultum)
2) Dakwah Radio (Talkshow/Dialog)
3) Liputan Ramadan
4) Wisata Budaya
5) Feature
6) Iklan Layanan Masyarakat
Dan Kategori Dai 3T Inspiratif.
(Fn/Mr)



