Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kemenag, Waryono Abdul Ghafur menyebut, pihaknya akan mengoptimalkan empat program unggulan bidang zakat dan wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan ekonomi umat. Empat program tersebut yaitu KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, Kampung Zakat, dan Kota Wakaf.
“Orientasi program ini untuk masyarakat yang membutuhkan, nama-nama program tersebut dibuat sesuai klasifikasi, merata, dan agar banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujar Waryono dalam Webinar Pra Kick Off Program Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Selasa (11/6/2024).
Waryono menjelaskan, program zakat dan wakaf yang dicanangkan juga melibatkan lintas bidang seperti KUA, Penyuluh Agama Islam, pemerintah terkait, hingga stakeholder lainnya.
“Kami percaya, peran KUA bersama penyuluh yang jumlahnya lebih dari 45.000 ribu sangat strategis untuk program ini, mereka tidak hanya memiliki kompetensi keagamaan tapi juga pengembangan ekonomi, minimal memberi motivasi terkait pentingnya memiliki kemandirian ekonomi,” ungkapnya.
Program ini, tutur Waryono, juga merupakan wujud dari tauhid sosial dengan harapan berdampak pada perubahan sosial yang memihak pada pemerataan ekonomi Masyarakat.
“Selama ini kita baru diperkenalkan dengan tiga jenis tauhid, yaitu rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat. Karenanya, kita perlu mempelajari tauhid sosial, seperti karyanya Ismail Raji Al-Faruqi tentang implikasi tauhid, agar seluruh program yang kita lakukan semakin bermanfaat,” pintanya.
Sementara itu, Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin mengatakan, berdasarkan roadmap Literasi Zakat dan Wakaf Nasional yang disusun dan dikembangkan oleh Kemenag, terdapat 17 kelompok sasaran prioritas literasi zakat dan wakaf yaitu ulama dan da’i, Penyuluh Agama Islam, ASN, karyawan/pegawai/pekerja, investor, UMKM, petani/nelayan, akademisi, guru, wartawan, mahasiswa, pelajar/santri, pemuda/Generasi Z, perempuan/ibu rumah tangga, masyarakat Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), Ormas,dan komunitas.
“Untuk memaksimalkan pencapaian target indeks literasi zakat dan wakaf, diperlukan sinergi dan kolaborasi semua stakeholder untuk mengimplementasikan roadmap ini,” pungkasnya.
An/Wcp



