Hal itu disampaikannya kepada wartawan Bimas Islam di Jakarta, Selasa (23/1/2024).
Wida menekankan pentingnya edukasi untuk menanamkan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai kebudayaan Islam di tengah masyarakat. "Inovasi dalam penanganan nilai-nilai Islam dibutuhkan, karena Islam tetap relevan di era modern dan teknologi," ujarnya.
Lebih lanjut, Wida menyoroti peran partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan dan budaya sebagai elemen kunci dalam memperkuat nilai-nilai Islam. "Partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan dan budaya juga penting untuk memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat," katanya.
Wida juga menggarisbawahi pentingnya budaya untuk menumbuhkan toleransi. "Toleransi dan moderasi beragama dapat dibangun melalui kesenian budaya islam," ungkapnya.
Ia menekankan, dialog terbuka antara kelompok-kelompok berbeda menjadi kunci untuk memahami perspektif masing-masing. Pendidikan menyeluruh tentang keragaman, toleransi, dan respek terhadap perbedaan juga diakui sebagai faktor penting dalam membangun pemahaman yang lebih baik tentang agama dan budaya lain.
Wida menutup dengan menyampaikan bahwa kebijakan yang mendukung inklusivitas dan menghormati hak asasi manusia memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi toleransi dan moderasi beragama.
Msk/Mr



