Pemaparan tersebut diungkapkannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penggerak Gerakan Keluarga untuk Ketahanan Keluarga dan Bangsa 2023 di Bandung, Senin (27/11/2023).
"Tujuan GKMNU ini adalah memajukan kehidupan bangsa, dimulai dari keluarga, bahkan hingga ke tingkat desa," tegas Zainal.
Dia menyoroti pengorganisasian luas dan berpengalaman Nahdlatul Ulama sebagai ormas terbesar yang diharapkan mempercepat kesuksesan program keluarga dengan melibatkan stakeholderseperti Kemenag, Kemenkes, dan kementerian serta lembaga negara lainnya.
Zainal menekankan fokus program GKMNU pada penurunan angka pernikahan anak, pencegahan kekerasan rumah tangga, dan pengurangan angka stunting. Selain itu, program ini bertujuan membentengi keluarga Indonesia dari paham intoleransi berbasis keluarga.
"Jangan sampai keluarga kita terpapar paham intoleransi berbasis keluarga, serta paham kekerasan yang berasal dari ideologi transnasional yang radikal," ungkapnya.
Zainal menambahkan, menjaga keluarga merupakan tugas bersama untuk mencegah pengaruh paham radikal, karena keluarga Indonesia pada dasarnya adalah a
Aswaja, wasathiyah, dan Moderat.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



