Jakarta, Bimas Islam -- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf bersama Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah menggelar rapat di Kantor Kemenag, Jl. MH. Thamrin No.6 Jakarta Pusat, Senin (11/9/2023). Rapat itu membahas optimalisasi program-program kedua direktorat yang dapat tersinergi.
Dalam kesempatan itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag, Waryono menyebut, program-program pada Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf mampu bersinergi dengan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah.
“Banyak program pada direktorat kami yang dapat tersinergi dan memerlukan kolaborasi agar lebih optimal,” ucapnya.
Menurut Waryono, optimalisasi tidak hanya lintas direktorat, tapi juga lintas Eselon I pada Kementerian Agama.
“Termasuk Ditjen Pendis Kemenag, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah,” ulasnya.
Waryono mencontohkan, program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat dapat tersinergi dengan KUA. “Kesuksesan program ini bergantung dengan kinerja insan-insan KUA,” sambungnya.
Terkait itu, imbuhya, KUA mesti terlibat dalam penentuan penerima manfaat, pendampingan, dan pembinaan.
Waryono menambahkan, juga perlu berkolaborasi terkait Akta Ikrar Wakaf (AIW). “Kepala KUA sebagai Pejabat Pembuat AIW mesti diberikan penguatan ilmu terkait mengelola tanah wakaf,” pintanya.
Sementara itu, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin menyampaikan, KUA merupakan rumah bersama yang terbuka untuk menerima sejumlah program.
“Merupakan langkah yang strategis ketika kedua direktorat berkolaborasi. Sebab, KUA adalah rumah. Program lintas direktorat pun akan masuk,” ujarnya.
Meski demikian, menurutnya, kapasitas KUA juga perlu dipertimbangkan. Ia menyebut, KUA masih perlu pembenahan, termasuk SDM dan anggaran.
Diketahui, turut hadir dalam rapat yaitu pejabat Eselon III beserta stafnya pada kedua direktorat.
Ba/Wcp



