Rancangan Kepdirjen ini disusun dalam acara Focus Group Discussion Finalisasi Pembahasan Rancangan Kepdirjen yang digelar Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) melalui Subdirektorat Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik di Jakarta, Senin (4/12/2023).
Direktur Urais dan Binsyar, Adib, menekankan pentingnya penanganan dini sebagai langkah mitigasi terhadap potensi konflik keagamaan yang dapat terjadi tanpa memandang waktu dan tempat.
"Inisiatif kita dalam membangun sistem deteksi dini konflik keagamaan Islam ini merupakan komitmen dan kontribusi dalam mengurangi konflik keagamaan di Indonesia," ungkap Adib.
Adib menjelaskan, perancangan Kepdirjen ini merupakan inisiatif Ditjen Bimas Islam untuk mengatur dan memberi payung hukum terhadap deteksi dini keagamaan Islam. Ia berharap, langkah ini dapat menjadi contoh dan mendorong inisiatif serupa di lingkungan Ditjen Bimas Islam maupun instansi sejenis.
"Kepdirjen ini nantinya mengatur dan menjadi payung dalam deteksi dini konflik di internal Bimas Islam, terutama Kantor Urusan Agama (KUA)," ujar Adib.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional, Rudi Harisyah Alam menambahkan, KMA 332 Tahun 2023 muncul sebagai respons terhadap konflik yang terjadi beberapa tahun sebelumnya, seperti peristiwa Tolikara dan Tanjung Balai pada tahun 2015. Sistem deteksi dini ini diharapkan dapat memangkas rantai penyampaian informasi terkait konflik, sehingga respons dari tingkat kecamatan hingga pejabat tinggi dapat dilakukan dengan cepat.
"Sistem deteksi dini ini juga berusaha memangkas rantai penyampaian informasi atas peristiwa (konflik) yang terjadi maupun gejalanya di daerah," ucap Rudi.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



