Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf , Waryono Abdul Ghafur melakukan koordinasi dengan Lembaga Pengelola Zakat secara hybrid di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat.
Pertemuan itu diikuti sebanyak 251 orang perwakilan BAZNAS RI, BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS), Lembaga Amil Zakat (LAZ) provinsi dan kabupaten/kota, Rabu (13/9/2023).
Mengawali arahannya, Waryono mengatakan, setiap lembaga pengelola zakat memiliki program pengembangan kualitas kemanusiaan. Karenanya ia berharap, seluruh lembaga pengelola zakat dapat bekerja sama dengan pemerintah, agar dampak dari hasil pengumpulan zakat dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.
"Saya harap kolaborasi dan sinergi ini menjadi tonggak sejarah dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Dengan menggabungkan sumber daya pemerintah dan lembaga pengelola zakat, kita dapat memberikan solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan," ujarnya.
Waryono juga berharap, LAZ di Indonesia juga dapat berkonsentrasi terhadap pengembangan kualitas manusia.
"Saya percaya setiap LAZ bisa melakukannya, tapi bayangkan jika dilakukan bersama-sama, dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat akan lebih besar dan membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan," ucapnya.
Ia berharap, setelah kerangka kerja tersusun, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat dapat terwujud.
“Ini untuk kesejahteraan sosial dan mengurangi kemiskinan. Kolaborasi ini merupakan langkah besar dalam mendukung visi negara mencapai pembangunan berkelanjutan dan mengatasi ketidaksetaraan sosial,” ujarnya.
Waryono menambahkan, keterlibatan lembaga pengelola zakat dalam membantu korban bencana di luar negeri juga perlu dilakukan bersama-sama. "Kita harus memiliki pola bersama di bawah naungan bendera merah putih, jangan dilakukan sendiri-sendiri. Tidak terlihat keterlibatannya," tandasnya.
Diketahui, program besar Kemenag yang akan dikolaborasikan bersama BAZNAS dan LAZ adalah beasiswa, Papanisasi Tanah Wakaf, dan program Pemberdayaan Ekonomi Umat. Nantinya, masing-masing lembaga akan mengutus penanggungjawab.
Perwakilan LAZ Inisiatif Zakat Indonesia, Aan menyambut hangat ide tersebut. “Ini merupakan momen yang baik untuk berkolaborasi dan membuat satu program yang fundamental,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan LAZNAS Rumah Salman, Romy mengaku siap untuk membuat program besar bersama. "Masing-masing LAZ memiliki program yang sama dengan keunikan masing-masing. Tapi perbedaan dapat disatukan," pungkasnya.
Andayani/Mr



