Salatiga, Bimas Islam --- Kantor Kemenag Kota Salatiga melalui Seksi Bimas Islam menyelenggarakan rapat kerja persiapan produksi film Islami pendek guna mengikuti Islamic Short Moslem Movie Competition yang diadakan Bimas Islam Kementerian Agama RI. Rapat yang melibatkan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) dan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kota Salatiga itu berlangsung di Aula kantor Kementerian Agama kota Salatiga pada hari Rabu (23/06).
Dalam sambutan pengarahan, Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Salatiga, Nurcholis menjelaskan, bahwa pembuatan film Islami pendek ini selain untuk mengikuti lomba juga bertujuan untuk syiar dakwah Islamiyah.
“Di masa pandemi dan era teknologi sekarang ini dakwah Islamiyah tidak boleh berhenti. Hendaknya kita merespon kondisi ini dengan memilih cara berdakwah yang aman, menarik, dan diterima masyarakat. Film merupakan salah satu media yang dapat kita gunakan untuk berdakwah. Untuk itu, saya berharap raker ini menghasilkan keputusan beserta rencana tindak lanjut hingga produksi film yang berkualitas. Semoga momen kompetisi ini menjadi titik awal bagi kita untuk terus berinovasi dalam cara dan gaya berdakwah kita,” tegas Nurcholis.
Sesuai dengan SK Dirjen Bimas Islam Kemenag RI nomor 424 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Islamic Short Moslem Movie Competition dengan tema “Jejak Wali di Nusantara,” raker memutuskan memproduksi film dengan tema asal-usul nama Kota Salatiga. Sebagaimana kita ketahui legenda asal-usul nama Kota Salatiga berkaitan erat dengan syiar dan dakwah Islam yang dilakukan Sunan Kalijaga.
Lomba film Islami ini sendiri merupakan konsep film pendek, berupa video berdurasi 15 menit ini dapat diikuti secara perorangan atau kelompok masyarakat berusia 12-35 tahun yang berdomisili di Jawa Tengah. Pendaftaran dimulai tanggal 15 Juni 2020 dan ditutup pada tanggal 30 Juli 2020. Video dikirim melalui email [email protected].
(jateng.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



