Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Modul SPARK di Jakarta, Selasa (30/1/14).
“Modul ini merupakan salah satu perangkat penting dalam upaya pemerintah untuk mewujudkan aktor-aktor resolusi konflik di berbagai wilayah di Indonesia. Pelatihan SPARK itu sendiri merupakan implementasi dari Keputusan Menteri Agama No. 332 tentang Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan dan Kepdirjen Bimas Islam No. 1583 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan Islam," terangnya.
Pelatihan SPARK dirancang untuk melahirkan penghulu dan penyuluh yang tidak hanya berperan sebagai pelapor atau penginput data potensi konflik keagamaan, tetapi juga sebagai First Responders (Penanggap Pertama). Penghulu dan penyuluh diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat ketika muncul indikator atau gejala sosial yang dapat memicu konflik sosial keagamaan.
"Pelatihan SPARK bertujuan untuk melahirkan penghulu dan penyuluh yang bukan hanya sebagai pelapor atau penginput data potensi konflik keagamaan, tetapi juga sebagai First Responders (Penanggap Pertama) ketika muncul indikator atau gejala sosial yang dapat memicu konflik sosial keagamaan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, pelatihan SPARK digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan secara khusus untuk mencegah terjadinya konflik sosial berdimensi keagamaan. Penyusunan modul pelatihan SPARK ini diharapkan dapat menjadi panduan yang baku untuk mewujudkan pelatihan yang lebih efektif dan melahirkan alumni SPARK yang aktif melakukan aktivitas bina damai.
"Ke depannya kami akan melatih perwakilan dari kelompok masyarakat, seperti dari ormas keagamaan, dari karang taruna, dan yang lainnya, karena mereka juga merupakan stake holder penting dalam pencegahan dan penanganan konflik sosial berdimensi keagamaan," pungkasnya.
Msk/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



