"Kementerian Agama berkomitmen untuk terus membangun kemitraan dengan ormas keagamaan, khususnya NU, yang mempunyai peran penting di masyarakat. Kemenag berkomitmen untuk mengawal program ini dari pusat sampai daerah," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, tantangan ketahanan keluarga yang dihadapi umat saat ini sangat besar. Hal tersebut terlihat dari angka stunting, perceraian, dan kawin anak yang masih tinggi.
"Stuntingmasih sangat tinggi, angka perceraian masih tinggi, dan kawin anak masih menjadi persoalan makro keluarga. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk mengatasi persoalan tersebut," ungkapnya.
Dirjen mengatakan, program ini akan digelar secara berkelanjutan, dan diharapkan dapat berdampak positif dalam jangka panjang.
"Kemenag siap mendukung sepenuhnya program GKMNU. Kita akan bekerja sama untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera dan harmonis," pungkasnya.
Mks/Mr
*Fotografer: Shandry F Nanere
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



