Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan ketahanan keluarga di Indonesia. Salah satu langkahnya adalah dengan menyiapkan fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang berkualitas dan berintegritas.
Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Agus Suryo Suripto mengatakan, problematika sosial di Indonesia masih tinggi, salah satunya terkait dengan ketahanan keluarga. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat peran penting Kemenag dalam mengesahkan pernikahan.
"Permasalahan ketahanan keluarga ini di antaranya tingginya angka kawin anak, perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, dan stunting," ujar Suryo dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimwin Angkatan II di Jakarta, Rabu (27/3/2024).
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kemenag memiliki program Bimwin yang bertujuan mempersiapkan calon pengantin dalam membangun keluarga yang tangguh. Bimwin memberi materi tentang membangun landasan keluarga sakinah, merencanakan ketahanan keluarga, dinamika pernikahan, kebutuhan keluarga, kesehatan keluarga, membangun generasi berkualitas, ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan, serta mengenali dan menggunakan hukum dalam melindungi pernikahan.
"Bimwin memiliki peran strategis dalam mempersiapkan calon pengantin untuk membangun ketahanan keluarga," jelas Suryo.
Oleh karena itu, Kemenag terus meningkatkan kualitas fasilitator Bimwin agar dapat memberi pelatihan yang efektif kepada calon pengantin. Para fasilitator ini diharapkan menjadi agen perubahan untuk meningkatkan kualitas ketahanan keluarga di Indonesia.
Bimtek Fasilitator Bimwin ini diikuti 55 peserta dari Jabodetabek. Para peserta mendapat materi tentang peran fasilitator Bimwin, teknik fasilitasi, dan materi Bimwin.
Kemenag menargetkan memiliki 3.700 fasilitator Bimwin di tahun 2024. Dengan fasilitator yang berkualitas dan berintegritas, diharapkan program Bimwin dapat memberi manfaat yang maksimal bagi calon pengantin.
Sementara itu, materi yang diberikan kepada para fasilitator ini meliputi cara membangun keluarga sakinah, psikologi keluarga, memenuhi kebutuhan keluarga, menjaga kesehatan reproduksi keluarga, dan menyiapkan generasi berkualitas.
Msk/Mr



