Jakarta, Bimas Islam -- Pengukuran arah kiblat yang akurat sangat penting dalam praktik ibadah umat Islam. Karenanya, Kementerian Agama bakal meluncurkan aplikasi bernama Syamsul Kiblat, yang dirancang untuk memudahkan proses pengukuran arah kiblat bagi umat Islam. Aplikasi ini memanfaatkan matahari sebagai panduan untuk pengukuran arah kiblat dengan mudah.
“Masyarakat kini dapat melakukan pengukuran kiblat secara mandiri dari rumah,” ujar Kepala Subdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah, Kementerian Agama, Ismail Fahmi dalam Rakornas Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah di Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Menurut Ismail, aplikasi ini dapat menjadi solusi yang berguna bagi masyarakat yang membutuhkan informasi tentang arah kiblat dengan cepat dan akurat. "Jadi, aplikasinya akan dishare ke masyarakat secara luas," tegasnya.
Ismail menjelaskan, kehadiran aplikasi e-Kiblat tersebut juga memungkinkan setiap rumah untuk memiliki sertifikat kiblat. Namun, sertifikat tersebut tidak diberikan begitu saja.
“Masyarakat harus melewati proses verifikasi oleh Kanwil yang dilakukan melalui proses video. Setelah lulus verifikasi, masyarakat dapat mengunduh e-sertifikat kiblat yang sah,” ungkapnya.
Aplikasi tersebut masih dalam tahap pembahasan, dan akan terus dikembangkan hingga benar-benar dapat digunakan dengan mudah sebelum resmi diluncurkan.
Tak hanya itu, Kementerian Agama juga mencanangkan program satu juta kalibrasi arah kiblat. “Sejuta pengukuran arah kiblat saat Istiwa Azam ini akan didaftarkan ke Rekor MURI. Namun, kami minta masukan dari teman-teman di daerah untuk dipertimbangkan dalam memastikan kesuksesan acara ini,” papar Ismail.
Ismail mengatakan, proses verifikasi terhadap sejuta partisipan dijadwalkan akan dilakukan pada tanggal 27 atau 28 Mei mendatang.
“Untuk memastikan keberhasilan program, kami memperhatikan faktor-faktor seperti kondisi cuaca dan tanggal yang ideal. Rencananya, acara ini akan dilaksanakan pada 27 atau 28 Mei,” tandasnya.
Wcp/Mr



