Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mendukung upaya dakwah yang disampaikan dengan media digital. Karenanya, Dirjen memberikan fasilitas pembekalan kepada penceramah terkait literasi digital.
"Agar penceramah kita update dalam menyampaikan faham keagamaan yang moderat. Mereka harus memiliki literasi digital sehingga tidak tertinggal," kata Dirjen dalam Diskusi Isu-Isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media Tahap II di Jakarta, Kamis (17/12/20).
Dirjen mencontohkan adanya banyak akun dakwah di media sosial dengan pengikut berjumlah jutaan. Selain memiliki banyak pengikut, akun-akun dakwah ini menyampaikan dakwah dengan bahasa dan cara yang tepat.
"Mereka menggunakan medium media sosial yang sangat bagus. Cara dakwahnya sangat millenial, sangat disukai anak muda. Format dakwahnya menarik sehingga daya tariknya sangat luar biasa. Ini sangat efektif," tambahnya.
Para penceramah, lanjut Dirjen, dilatih untuk menggunakan media sosial dan digital. Sebab jika tidak memanfaatkan perkembangan zaman dan teknologi akan tertinggal.
"Jika penceramah kita tidak menggunakan media yang nyambung dengan anak muda maka mereka akan ditinggal," pungkas Dirjen.
Diskusi Isu-Isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media Tahap II dihadiri oleh puluhan media cetak, elektronik, dan siar. Acara dihadiri langsung oleh Menteri Agama, Fachrul Razi, Direktur Penerangan Agama Islam, Juraidi, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor, dan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Agus Salim.
(pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



