Rujukan kajian keislaman yang rencananya diterbitkan pada awal Ramadan tersebut akan berbentuk buku saku. Bukan hanya sekadar mengawal syiar Islam, buku tersebut juga menghadirkan pemikiran yang segar dan inspiratif soal keislaman. Kemenag juga berencana menyusun silabus yang akan menjadi panduan bagi penyebaran ajaran Islam di masyarakat.
"Selain menyajikan konten-konten digital untuk pencerahan umat, kami juga melihat pentingnya merancang silabus khusus Ramadan. Apa yang sebaiknya disampaikan dalam kajian selama Bulan Ramadan, masyarakat ingin dibekali apa," ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib pada kegiatan FGD Pembahasan Permasalahan Syariah Rabu (28/2/2024).
Rencananya, sumber rujukan akan diserahkan kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM). BKM akan menjadi jembatan untuk menyebarkan kajian keislaman kepada seluruh umat Muslim di tanah air.
"Kami akan menyampaikan ini ke BKM, karena salah satu mandat yang kami terima adalah bagaimana mengisi kegiatan keislaman selama bulan Ramadan dengan pencerahan," tambahnya.
Selain itu, Kemenag juga akan menyiapkan naskah-naskah khotbah dan ceramah khusus selama Ramadan.
Msk/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



