Jambi, Bimas Islam -- Kepala Subdirektorat Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Ahmad Mu'thi Shofieq menjelaskan, Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) merupakan acara yang menghubungkan budayawan dan seniman pembaca Al-Qur'an di seluruh Indonesia. Acara ini bukan hanya sebagai wadah untuk seni membaca Al-Qur'an, tetapi juga sebagai sarana untuk mempromosikan nilai-nilai budaya dan keagamaan masyarakat Muslim Indonesia.
"STQH adalah platform yang menggabungkan seni, budaya, dan agama, yang memainkan peran penting dalam mempromosikan seni dan budaya Islam di Indonesia," jelasnya dalam sebuah wawancara di Studio Mini RRI Jambi, Jumat (3/11/2023).
Lebih lanjut ia mengungkapkan, STQH juga merupakan upaya Kementerian Agama untuk mempromosikan dan mempertahankan bacaan Al-Qur'an yang benar dan merdu di kalangan masyarakat Indonesia. Masyarakat di Indonesia, imbuhnya, sangat menghargai seni dalam membaca Al-Qur'an, dan mereka menghargai Qari dan Qariah yang dapat membacanya dengan merdu, penuh emosi, dan mendalam.
"Peserta dalam Seleksi Tilawatil Qur'an biasanya menampilkan bakat seni mereka dalam membaca Al-Qur'an dengan gaya yang berbeda. Ini adalah contoh bagaimana seni dan budaya Islam diintegrasikan dalam perlombaan," ujarnya.
STQH juga dianggap sebagai pengembang seni budaya Islam yang memanfaatkan instrumen agama. Instrumen agama ini memiliki peran penting dalam mendekatkan agama kepada masyarakat, sebagaimana dilakukan para ulama terdahulu yang membawa agama Islam ke Nusantara.
"STQH ini bisa dianggap sebagai instrumen agama yang membantu mendekatkan masyarakat dengan agama, sebagaimana yang dilakukan oleh ulama terdahulu," pungkas Shofieq.
Ba/Mr



