"Kita support penulis yang bagus agar bisa menulis naskah keislaman toleran yang populer dan mencerahkan," ungkap Adib dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kerja Sama Kepustakaan Islam IV di Jakarta, Kamis (7/12/2023).
Adib menekankan pentingnya peran penulis dalam menciptakan karya-karya keagamaan yang mendukung kerukunan. Strategi yang diusung Kemenag tidak hanya sebatas peningkatan produksi, tetapi juga melakukan telaah buku secara mendalam sebelum disebarkan ke masyarakat.
Adib juga mengungkapkan perlunya penilaian khusus dari ahli untuk memberi label warning terhadap buku yang di dalamnya terdapat doktrin dan provokasi.
"Telaah buku merupakan tugas penting, karena pengaruh bacaan terhadap pembaca sangat besar. Terbukti, di beberapa kasus intoleransi ditemukan buku berisi paham intoleran, dan menjadi bukti bagi penegak hukum," jelas Adib.
FGD Kerja Sama Kepustakaan Islam IV ini melibatkan 40 orang dari berbagai unsur, termasuk Tim Telaah Kepustakaan, BRIN, dan BNPT yang berkolaborasi dalam mengevaluasi dan mempresentasikan hasil telaah sejumlah buku.
Ba/Mr
*Fotografer: Shandry F Nanere
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



