“Kami memiliki komitmen untuk menjadikan PLKI sebagai pusat percetakan Al-Qur’an terbesar di dunia, dan akan menjadi ikon peradaban Islam Indonesia,” ungkapnya dalam kegiatan Silaturahmi dan Tasyakuran Pusat Literasi Keagamaan Islam (PLKI) Zona Percetakan Unit Percetakan Al-Qur’an, Kamis (7/12/2023).
Menurut Dirjen, selain fokus pada percetakan Al-Qur’an, PLKI juga akan dikembangkan sebagai pusat kajian Al-Qur’an.
“Kita juga sedang membangun perpustakaan digital. Ini dapat disinergikan dengan PLKI sebagai pusat kajian Al-Qur’an,” terangnya.
PLKI sebagai pusat kebudayaan Islam, imbuh Dirjen, juga akan memberi ruang bagi pengembangan seni kaligrafi dan aspek budaya lainnya. Untuk itu, ia berharap agar UPQ dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Qur’an (LPMQ) dapat membentuk satu direktorat di Bimas Islam agar visi PLKI dapat terwujud.
“Sebelumnya, kami telah mengusulkan agar UPQ dan LPMQ digabung menjadi satu direktorat di Bimas Islam, dan Menteri Agama menyambut baik rencana ini. Jika terwujud, maka visi PLKI dapat cepat tercapai,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala UPQ, Jamaluddin M. Marki dalam laporannya mengatakan, setelah PLKI Zona Percetakan rampung, Zona Literasi juga akan dibangun.
“Amanah selanjutnya adalah pembangunan Zona Literasi di PLKI. Pada zona percetakan, target yang ingin dicapai adalah mencetak mushaf Al-Qur’an sebanyak 1 juta per tahun. Berikutnya adalah pembangunan Zona Literasi PLKI untuk pengembangan kajian Al-Qur'an,” ucapnya.
Jamaluddin mengungkapkan, langkah tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan pemahaman dan akses masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Sebagai informasi, Pembangunan PLKI telah mencapai tahap serah terima pada Senin, 4 Desember 2023. Langkah ini menandai komitmen yang kuat dalam mewujudkan PLKI Zona Percetakan sebagai pusat peradaban Islam Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Bappenas (Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan dan Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan), Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu, Irjen Kemenag, Sesditjen Bimas Islam, Irwil III Itjen Kemenag, Direktur Urais dan Binsyar, Direktur Penais, DWP Bimas Islam Kemenag, dan tamu undangan lainnya.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



