Padang, Bimas Islam --- Kementerian Agama melalui Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menegaskan bahwa gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXVIII tahun 2020 bukan sekadar seremonial. Menurut Dirjen Bimas Islam, MTQ yang sudah dilangsungkan dari tingkat kecamatan hingga nasional ini merupakan upaya membangkitkan semangat mengamalkan ajaran Al-Qur'an.
"Perhatian umat Islam terhadap tilawah dan hafalan Al-Qur'an tidak boleh berhenti dari MTQ ke MTQ saja. Saya berharap masyarakat dapat terus meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur'an. MTQ diharapkan bisa membangkitkan semangat dalam membaca, mempelajari dan mengamalkan ajaran Al'Qur'an." tutur Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin saat memberikan sambutan pada Malam Ta'aruf Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional XXVIII tahun 2020 di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang, Jum'at (13/11/20) malam.
Dihadapan seluruh perwakilan kafilah MTQ Nasional 2020 dari 32 provinsi, Kamaruddin berharap agar interaksi dengan Al-Qur'an ini diwujudkan dalam aktivitas keseharian sehingga menjadi gaya hidup. Sehingga terbentuklah pribadi, keluarga, dan masyarakat serta komunitas yang berkepribadian Qur'ani.
"Dari kebiasaan membaca Al-Qur'an sebagai bagian dari gaya hidup atau life-style sebagai muslim, akan terbentuk pribadi dan komunitas yang memiliki kecintaan, pemahaman, penghayatan dan konsistensi pengamalan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari." tambahnya.
Dengan demikian, lanjut Kamaruddin, MTQ Nasional diharapkan membuat seluruh peserta dan masyarakat yang menyaksikan memiliki semangat persatuan yang kokoh dalam rangka menjaga tiap jengkal Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Melalui kegiatan MTQ Nasional ini dapat meningkatkan kesadaran beragama umat Islam dan kerukunan antarumat beragama yang harus kita pelihara di setiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini." tegas Kamaruddin.
Malam Ta'aruf merupakan rangkaian tak terpisahkan dari momen akbar MTQ Nasional. Hadir pada MTQ Nasional XXVIII Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Kamarudiin Amin, Gubernur Sumbar, H. Irwan Prayitno, Ketua Dewan Hakim yang juga Mantan Menteri Agama, Said Agil Husin Al-Munawar, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Direktur Penais, Kakanwil se Indonesia, Ketua LPTQ se Indonesia dan undangan lainnya.
(pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



