Waryono mengingatkan bahwa tanpa kepercayaan publik, lembaga filantropi bisa runtuh, sehingga integritas perlu diperkuat melalui perbaikan tata kelola.
"Tugas kita untuk menjaga posisi Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia," ungkapnya saat menjadi Keynote Speech dalam kegiatan Islamic Philantropy Outlook 2024 bertajuk Social Trust: Raising or Falling Down di Jakarta, Rabu (3/1/2024).
Waryono menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas lembaga filantropi untuk meraih kepercayaan publik. "Dalam filantropi Islam, administrasi dalam zakat dan wakaf harus beres dan transparan serta akuntabel. Itu yang akan menjadi poin dalam mendapatkan kepercayaan masyarakat," tegasnya.
Selain itu, Waryono menekankan peran media dalam membentuk citra lembaga filantropi. Ia merekomendasikan lembaga-lembaga tersebut untuk melakukan gathering dengan media demi mengurangi dampak sentimen negatif dan membangun kolaborasi.
"Integritas dijaga namun berita media tidak selalu selaras dengan ekosistem zakat wakaf. Untuk itu, BAZNAS dan LAZ perlu menggelar gathering dengan media untuk optimalisasi penangkalan berita negatif," paparnya.
Dalam konteks manajemen filantropi Islam, Adril Hakim, Ketua LPPM STEI SEBI, menekankan profesionalisme dalam mengelola Organisasi Pengelolaan Zakat (OPZ). "OPZ sebagai lembaga yang harus di-manage secara profesional. OPZ sebagai organisasi nirlaba, akan tetapi tuntutan standar governance-nya harus cukup tinggi, oleh karena itu butuh SDA yang qualified,"jelas Adril.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



