Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama, Fachrul Razi berkomitmen untuk terus melahirkan penceramah yang berkompeten dalam spirit keislaman dan kebangsaan. Menurut Menag, penceramah yang berkompeten berperan dalam menjaga kebhinnekaan.
Guna mewujudkan program tersebut, Kemenag telah dan akan terus melakukan pembinaan terhadap penceramah agama. Penceramah bukan disertifikasi, tetapi diberi peningkatan wawasan pemahaman keagamaan agar sesuai dengan semangat moderasi beragama.
"Siapa yang ingin ceramah, menjadi khatib, silakan. Kita akan berikan pembekalan dan wawasan melalui program penguatan kompetensi penceramah agama," tambah Menag.
Program peningkatan kompetensi penceramah agama ini telah diberikan kepada 8200 penceramah. Para penceramah diberi pembekalan tentang Islam yang rahmatan lil 'alamin dan moderat.
"Ada 8200 penceramah agama yang telah ikuti program kompetensi penceramah agama. Bukan bermakna yang tidak bersertifikat berarti tidak boleh ceramah. Bukan pula bermakna penceramah bersertifikat lebih layak ceramah dibanding yang tidak bersertifikat. Prinsipnya, Kita merasa senang telah memberikan pembekalan kepada penceramah," tegas Menag.
Diskusi Isu-Isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media Tahap II dihadiri oleh puluhan media cetak, elektronik, dan siar. Hadir dalam acara tersebut Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, Direktur Penerangan Agama Islam, Juraidi, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor, dan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Agus Salim.
(pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



