“Kita sepakat, bahwa 1 Ramadan 1445 H jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024 Masehi. Kita berharap, dengan hasil Sidang Isbat ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan khusyuk. Meskipun ada perbedaan, tetapi mari kita tetap jaga kerukunan dan menjunjung tinggi toleransi,” ucap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers.
Sidang Isbat ini dihadiri Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB). Turut hadir ahli Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Perguruan Tinggi, Pondok Pesantren, dan sejumlah Duta Besar negara sahabat.
Sidang Isbat dimulai dengan paparan Posisi Hilal Awal Ramadan 1445 H oleh anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag. Sesi ini dimulai pukul 17.00 WIB dan disiarkan secara langsung di kanal YouTube Bimas Islam TV.
Setelah pemaparan posisi hilal, Sidang Isbat dilakukan secara tertutup. Hasil Sidang Isbat tersebut kemudian diumumkan oleh Menteri Agama dalam konferensi pers.
Dalam penentuan awal Ramadan, Kemenag menurunkan sejumlah pemantau hilal dari Kanwil Kemenag kabupaten/kota yang bekerja sama dengan Pengadilan Agama, Ormas Islam, serta instansi terkait lainnya. Pemantauan hilal dilakukan di 134 titik lokasi dari 34 provinsi.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



