"Dengan Training ESQ dan Upgrading Amil, kita dapat meningkatkan pengetahuan dalam pengelolaan zakat, serta memperkuat kerja-kerja keamilan," ungkapnya kepada wartawan Bimas Islam, Senin (20/11/2023).
Waryono menegaskan, pelatihan amil tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mengupdate komitmen mereka dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, komitmen bersama dalam membangun kekuatan sosial berbasis agama perlu diasah terus-menerus untuk menjaga kualitas kerja keamilan.
"Ayo kita berkomitmen pada kerja keamilan dengan aksi nyata agar melalui zakat dapat membangun kekuatan sosial," ajaknya.
Waryono juga menyoroti peran vital Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam mengonsolidasikan dana zakat agar merata bagi mustahik. Keberadaan Amil, imbuhnya, bukan hanya untuk mempermudah ibadah muzaki, tetapi juga berorientasi pada ibadah sosial yang berdampak luas pada masyarakat.
"Mengapa harus ada amil? Karena kalau zakat diberikan secara masing-masing muzaki, zakat hanya akan menjadi ibadah mahdah biasa, tetapi manfaatnya tidak bisa dirasakan secara masif bagi mustahik. Di sinilah urgensi zakat berjemaah yang dikonsolidasikan melalui BAZNAS dan LAZ," jelasnya.
Sebelumnya, pada Minggu (19/11/2023), Waryono mengisi materi Training ESQ dan Upgrading Personal Branding Amil Zakat Jawa Barat 2023, yang dihadiri 145 orang dengan 77 amil (laki-laki) dan 68 amilat (amil perempuan).
Ba/Mr



