Kasubdit Penyuluh Agama Islam, Amirullah mengungkapkan kegembiraannya atas apresiasi yang diterima oleh Muhammad Taufiq Maulana dan Shohibul Izar. Mereka diakui sebagai penyuluh yang berprestasi dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas-tugas kepenyuluhan di masyarakat.
"Dua penyuluh kita mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan PHU. Mereka memiliki dedikasi yang tinggi di wilayah kerja masing-masing," ungkap Amirullah.
Amirullah menjelaskan, sebelumnya, Direktorat Penerangan Agama Islam telah mengajukan 26 nama penyuluh berprestasi kepada PHU untuk diikutsertakan sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji. Namun, hanya dua di antaranya yang mendapatkan apresiasi untuk tahun ini.
"Dari 26 nama yang diajukan, baru dua yang diakomodasi. Kita berharap akan ada penambahan di tahun-tahun mendatang," tambahnya.
Menurut Amirullah, undangan ini akan menjadi penyemangat bagi penyuluh di seluruh Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya memviralkan prestasi-prestasi penyuluh. "Semakin banyak apresiasi yang diterima, semakin besar pula motivasi untuk bekerja lebih baik," katanya.
Sebagai ujung tombak Kemenag, penyuluh tidak hanya menjadi pembimbing masyarakat terkait nilai keagamaan, tetapi juga aktor dalam agen perubahan sosial dan menjadi rujukan serta menjalankan advokasi di masyarakat. "Undangan Petugas Haji ini menjadi motivasi tersendiri bagi para penyuluh," pungkas Amir.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



