Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan program Ketahanan Keluarga dimasukkan sebagai kurikulum pada lembaga pendidikan.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Kamaruddin Amin diwakili Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Agus Suryo Suripto kepada wartawan, mengulas diskusi media bertajuk ‘Bersama Cegah Bullying di Sekolah dan Penuhi Hak Anak atas Pendidikan’ yang digelar di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Jakarta, Jumat (6/10/2023).
“Kami mengusulkan, program Ketahanan Keluarga dapat dijadikan kurikulum di lembaga pendidikan dan diperkenalkan sejak usia dini,” pintanya, Senin (9/10/2023).
Hal itu dilakukan, imbuh Suryo, untuk membentuk karakter anak didik agar masalah perundungan atau bullying serta kenakalan remaja lainnya di bangku sekolah menengah tidak terjadi.
“Tidak cukup sosialisasi, langkah yang tepat adalah melakukan assessment dan membentuk karakter mereka sejak kanak-kanak dengan memasukkan perspektif keluarga di semua mata pelajaran,” ungkapnya.
Menurut Suryo, karakter yang terbentuk itu akan memberi jawaban terkait permasalahan keluarga yang melanda rumah tangga di Indonesia.
“Kami berharap, setiap mata pelajaran dapat menggunakan perspektif keluarga agar problematika yang melanda keluarga di Indonesia dapat teratasi,” pungkasnya.
Wcp/Mr
*Fotografer : Shandry F. Nanere



