Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas BKM) 2023 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis (9/11/2023).
“Seiring keberadaan dana abadi pesantren di Pendis Kemenag, kita juga berharap agar Bimas Islam menyiapkan skema dana abadi masjid lewat rancangan program BKM ke depan,” ungkapnya.
Kamaruddin mengatakan, pihaknya akan mengusulkan agar Menteri Agama dapat mengeluarkan surat edaran untuk mengajak seluruh _stakeholder_, terutama pemangku kepentingan di Kemenag agar bisa berwakaf sebesar Rp10.000 sesuai imbauan.
“Jika basisnya sudah diatur dalam Perpres, BKM nanti akan berperan sebagai nazir wakaf uang, dan kita harus memiliki kepedulian untuk berwakaf. Kita akan mengusulkan agar Menag mengeluarkan surat edaran yang mengajak kita untuk berwakaf sebesar Rp10.000. Jika hal ini dilakukan, akan sangat berpotensi dan menjanjikan lahirnya dana abadi masjid,” paparnya.
Selain itu, Kamaruddin juga mendorong BKM untuk melakukan inventarisasi aset yang dimiliki dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan masjid dan ekosistemnya.
“Di beberapa daerah, aset BKM jumlahnya banyak sekali. Aset-aset BKM ini mesti dipergunakan untuk kesejahteraan masjid dan ekosistemnya,” pungkasnya.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



