Program Dai 3T merupakan program unggulan Bimas Islam Kemenag sejak tahun 2021. Tidak hanya di Indonesia, Kemenag juga mengirimkan Dai serta imam masjid ke luar negeri seperti Amerika, Korea, dan Uni Emirat Arab.
Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, pengiriman Dai ke wilayah 3T ini merupakan implementasi dari 14 pakta integritas yang ditandatangani saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag.
“Program Dai 3T ini salah satu bentuk komitmen Kemenag untuk membumikan moderasi beragama,” ujarnya pada pembukaan Rapat Koordinasi Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) di Jakarta, Rabu (28/2/2024).
Dirjen mengatakan, nilai-nilai moderasi beragama jangan hanya disebar melalui narasi semata, tapi dihidupkan dan dijalankan.
“Bimas Islam tidak hanya menarasikan moderasi beragama, tapi langsung mempraktikkannya," terangnya.
Selain Dai 3T, Dirjen menyebut, 1.000 Kampung Moderasi Beragama juga menjadi program unggulan untuk memperkuat persaudaraan manusia di tengah perbedaan.
“Tidak hanya seremonial, tapi kedua program ini ditargetkan mampu membangun kesadaran masyarakat yang memiliki cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang moderat,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuki mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, ada tiga tugas pokok yang akan dijalankan para Dai selama bertugas di wilayah 3T.
Pertama, memberi kesadaran bahwa Indonesia adalah negara yang beranekaragam suku, budaya, agama, hingga bahasa.
"Hal yang sudah dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT), harus diberikan penyadaran seperti itu pada seluruh lapisan masyarakat," kata Wamenag.
Kedua, mampu menjaga nilai-nilai harmoni di tengah-tengah masyarakat yang berbeda tersebut. Ketiga, para Dai ini akan menjadi duta-duta moderasi beragama bagi seluruh lapisan masyarakat di pelosok wilayah 3T.
"Ini adalah ikhtiar kita untuk selalu menjaga Islam wasathiyah_ yang selalu kita ingin sebarkan, terutama di wilayah 3T di Indonesia," tandasnya.
An/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



