Lingga, Bimas Islam --- Pagi itu cuaca mendung. Semilir angin laut pun membelai nyiur di tepian dermaga Centeng, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.
Sebuah kapal kayu kecil yang bagi masyarakat setempat disebut pompong mulai bersiap berlayar ke Pulau Kojong, Kecamatan Senayang. Kapal kayu kecil tanpa atap itu berpenumpang tim Kemenag Lingga. Mereka adalah Kasi Bimas Islam Kemenag Lingga, Abdurokhman, Kepala KUA Senayang, HM Latif, dan pengukur arah kiblat M Amin. Aktifis Yayasan Kajang, Wawan Daex juga turut dalam rombongan ini sebagai pemandu lapangan.
Pulau Kojong menjadi destinasi khusus bagi Tim Kemenag Lingga pagi itu. Misi mereka adalah untuk mengukur arah kiblat untuk pendirian rumah ibadah yang menjadi harapan besar bagi masyarakat Pulau Kojong yang dikenal dengan nama Suku Laut. Badai bukan lagi menjadi penghalang ketika kaki sudah dilangkahkan. Padahal perjuangan untuk sampai ke Pulau Kojong di tengah cuaca yang tak bersahabat, bukanlah perkara mudah.
Di tengah laut, kapal kayu yang mereka tumpangi sempat dihantam badai dan dilamun ombak setinggi hampir dua meter. Setelah mengarungi lautan lepas selama tiga jam akhirnya rombongan berlabuh dengan selamat di pelabuhan Pulau Kojong. Rasa syukur tak henti-henti mereka ucapakan ketika menginjakan kaki di Pulau Kojong.
“Sungguh luar biasa, di tengah laut turun badai sehingga kami khawatir. Pompong sudah dimasuki air laut dari depan dan samping. Alhamdulillah, akhirnya kami sampai dengan selamat,” kata Kasi Bimas Islam Kemenag Lingga, H Abdurokhman, Senin (12/10) usai mengarungi lautan sekira tiga jam dengan kapal kayu.
Menurut Abdurokhman, kehadirannya bersama tim di Pulau Kojong dalam rangka melaksanakan tugas yang diamanahkan, yakni mengukur arah kiblat.
“Alhamdulillah, pengukuran arah kiblat sudah selesai. Masyarakat Pulau Kojong sangat mendambakan berdirinya sarana ibadah. Kami juga menyerahkan bantuan dari kawan-kawan Kemenag Lingga untuk pendirian rumah ibadah di sini. Semoga saja, ada pihak-pihak lain yang tergerak hatinya untuk ikut mendirikan rumah ibadah bagi masyarakat suku laut di Pulau Kojong,” harap Rokhman.
Di hadapan masyarakat Pulau Kojong, Rokhman mengatakan, awalnya Kepala Kemenag Lingga HM Nasir direncanakan hadir pada peletakan batu pertama pendirian rumah ibadah. Namun rencana itu ditunda untuk sementara waktu karena ada jadwal kegiatan di Batam.
Rokhman pun menyampaikan pesan Kakankemenag Lingga kepada masyarakat suku laut untuk senantiasa menjaga kebersamaan dan silaturahmi di pulau tersebut.
"Pertahankan iman dan aqidah kita walaupun sesulit apapun kondisi kehidupan di pulau. Tingkatkan ilmu pengetahuan dengan belajar agama secara terus menerus dan ajar anak-anak kita ibadah bersama guru kita yang ada. Selanjutnya, jika surau kita sudah siap segera fungsikan untuk beribadah, mengaji dan taklim untuk meningkatkan ketaqwaan dan amal sholeh," pesan HM Nasir seperti disampaikan Abdurokhman.
"Suatu saat nanti Kepala Kemenag Lingga dapat turun bersilaturrahim. Salam dengan masyarakat semua, teman-teman Yayasan Kajang, tokoh masyarakat semuanya. Doa saya semoga perjuangan kita ini dimudahkan Allah SWT, amin," sambungnya.
Suku Laut Dambakan Musholla
Kedatangan tim Kemenag Lingga disambut suka cita oleh warga Desa Penaah di Pulau Kojong. Bagi warga, tim Kemenag Lingga membawa secercah harapan baru bagi mereka yang selama ini mendambakan rumah ibadah seperti musholla.
Hal ini seperti yang dituturkan Ketua RT Kojong Yusuf kepada rombongan tim kemenag Lingga.
“Kami sudah lama mendambakan berdirinya musholla. Kami sudah tiga puluh tahun berdiam di sini, tetapi belum terbangun surau. Kalau mau sholat, kami harus menyeberang dulu ke Pulau Buluh. Pada saat gelombang tinggi tentu niat kami urungkan,"kata Yusuf.
"Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Agama yang telah hadir. Kami kira tadi rombongan tidak akan sampai karena cuaca buruk. Ternyata sampai juga ke kampung kami. Kami sangat membutuhkan pembinaan agama secara rutin dan kami ingin penyuluh agama tinggal di Kojong," pinta Yusuf dan diamini Bunda Densy Diaz aktivis Yayasan Kajang yang selama ini mendampingi suku laut.
Kasi Bimas Islam Kemenag Lingga, Abdurokhman menambahkan masyarakat suku laut di Pulau Kojong akan menjadi perhatian Kemenag Lingga bersama segenap masyarakat.
“Mereka juga perlu pembinaan agama. Ini menjadi tugas besar kita bersama untuk menyelamatkan saudara kita di Pulau Kojong. Salut buat, teman-teman dari Yayasan Kajang dan Koramil Daik yang mempunyai perhatian langsung dan turun ke lapangan. Kita bangun sinergitas agar hak-hak dan layanan kehidupan beragama dapat mereka terima dengan baik," tandasnya.
(zaid-inmas Kemenag Lingga/kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



