Sosialisasi kesehatan calon pengantin tersebut bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit keturunan seperti homofilia, thalasemia, dan penyakit menular seksual yang dapat berdampak serius pada kehidupan calon pengantin. Kepala KUA Karang Tinggi, Abd. Pani memandu calon pengantin untuk menjalani pemeriksaan fisik dan imunisasi di Puskesmas Ujung Karang sebagai syarat pendaftaran nikah di KUA Karang Tinggi.
"Kami terus mengingatkan calon pengantin di Kecamatan Karang Tinggi untuk memeriksakan kesehatannya di Puskesmas sebelum mendaftar di KUA, sebagai langkah mewujudkan pernikahan yang sehat," ujar Pani.
Tema pencegahan penyakit keturunan dipilih karena deteksi dini penyakit akan membantu calon pengantin untuk merencanakan kelahiran anak dengan bijak, menjaga kesehatan keluarga, dan mencegah risiko stunting.
Kepala Puskesmas Ujung Karang, Nur, menambahkan, kegiatan ini juga merupakan upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.
"Dengan sosialisasi ini, kami ingin mengurangi risiko kematian ibu dan anak. Jika calon pengantin tidak melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, risikonya dapat tinggi, termasuk risiko terhadap bayi stunting," ucap Nur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya deteksi dini terhadap penyakit yang mungkin tidak terlihat pada calon pengantin. Selain itu, diharapkan masyarakat memahami prasyarat pemeriksaan kesehatan sebelum menikah untuk menjaga kesehatan keluarga dan generasi mendatang.
Fn/Mr



