Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) Cecep Nurwendaya tersebut digelar di Universitas Islam Jakarta (UIJ), Minggu (14/1/2023).
Kepala KUA Matraman, Achmad Sjaiful Bachri mengatakan, seminar hisab rukyat digelar untuk mengubah mindset mahasiswa bahwa KUA hanya mengurus pelayanan pernikahan. Potensi perbedaan awal Ramadan 2024, menurutnya, juga menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan ini.
"Saya ingin mindset tentang KUA bergerak, tidak lagi hanya sebatas kantor pelayanan pernikahan. Apalagi Gus Men mengatakan, Revitalisasi KUA juga mencakup pelayanan hisab rukyat. Kebetulan kita juga melihat potensi adanya perbedaan awal Ramadan besok," ujar Achmad kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, KUA harus berkontribusi untuk mengurangi konflik di masyarakat terkait perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.
Koordinator MWC NU Matraman, Zam Zam Kusumaatmaja menambahkan, kerja sama antara KUA Matraman bersama MWC NU dan UIJ juga merupakan bagian dari Harlah 101 Tahun Nahdlatul Ulama, serta program pembelajaran bagi mahasiswa UIJ.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



